Senin, 30 Maret 2015

BUPATI JWS PIMPIN APEL KORPRI BULAN MARET DI MINAHASA

Rabu 18 Maret 2015

t_200_130_16777215_00_images_jws_pimpin_korpri.jpg
Tondano - Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi memimpin Apel KORPRI Bulan Maret 2015 yang dirangkaikan dengan peringatan 2 (dua) tahun Kepemimpinan Bupati Minahasa Jantje W Sajow dan Wakil Bupati Ivan SJ Sarundajang pada Selasa 17 Maret 2015 pagi di Lapangan Kantor Bupati, Tondano.

Apel yang dihadiri oleh Wakil Bupati Ivan Sarundajang, Sekdakab Jeffry Korengkeng SH MSi, para pejabat Pemkab dan seluruh PNS di lingkup Pemkab Minahasa ini, ditandai dengan pembacaan Satya Prasetya KORPRI.
Dalam sambutannya Bupati JWS mengatakan bahwa Apel KORPRI ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan perayaan 2 Tahun Kepemimpinan Bupati dan  Wakil Bupati.
"Secara khusus Bupati dan Wakil Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberi amanat dan tanggung jawab untuk membawa tanah Toar Lumimuut tercinta ke arah yang lebih baik. Juga bagi seluruh jajaran KORPRI se-Minahasa atas dukungan bagi kami dalam menjalankan tugas ini" kata Bupati.
Kiranya momentum historis perayaan 2 Tahun Kepemimpinan ini akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita bersama sebagai pemacu semangat pengabdian dan karya nyata bagi kemajuan Minahasa, katanya.
"Saya mengajak seluruh jajaran KORPRI untuk mempertegas lagi komitmen kebersamaan untuk kesejahteraan rakyat. Saya percaya apabila kita mampu merangkai karya nyata dalam bingkai kebersamaan, maka tidak ada pekerjaan yang terlalu sulit untuk diselesaikan dan tidak ada tantangan yang terlalu berat untuk dihadapi, sehingga ke depan kebersamaan akan tetap menjadi modal utama jajaran Korps Aparatur Birokrasi untuk membawa Minahasa menjadi semakin Sejahtera" Bupati.
Bupati JWS menghimbau juga agar seluruh warga KORPRI Minahasa yang sebagian besar adalah warga Gereja, untuk menjadi motivator dalam memeriahkan suasana Paskah di Minahasa, melalui pemasangan ornamen Paskah di lingkungannya.
Diungkapkan Bupati bahwa tahun 2014 ini telah dikembangkan pula jalan-jalan Kabupaten yang tersebar di wilayah Kabupaten Minahasa yang akan dilanjutkan pada Tahun Anggaran  2015 ini.
Kitapun patut bersyukur karena pengembangan infrastruktur di Minahasa ini, memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui berbagai program pembangunan serta dukungan dana dari Pemerintah Pusat, dimana pada tahun 2015 ini Minahasa memperoleh tambahan anggaran sebesar 70 Milyar, yang terdiri dari 50 Milyar untuk pembangunan jalan dan jembatan, 10 Milyar untuk sektor kesehatan, 5 Milyar untuk irigasi, dan 5 Milyar untuk pembangunan pasar, urai JWS.
Di tahun 2014 pula telah dibangun Taman "Cita Waya" di Kota Langowan sebagai salah satu strategi dalam mempercantik Kota Langowan, sekaligus juga merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Minahasa untuk mendukung terbentuknya Kota Langowan sebagai Daerah Otonom Baru, kata Bupati.
Di sisi lain, dalam konteks pembangunan Desa, maka tahun 2015 akan menjadi awal percepatan pembangunan Desa dengan alokasi anggaran yang berasal dari APBN dan APBD tahun 2015 ini. Juga di tahun 2014, telah di bangun 5 (lima) Puskesmas di 5 Kecamatan, pembangunan RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano tahap pertama dan telah diadakan sebanyak 9 unit Kendaraan Ambulance serta penugasan Dokter PTT Daerah yang akan menopang operasionalisasi Puskesmas di Minahasa ini, serta program strategis lainnya yang didorong meliputi pengembangan pendidikan masyarakat yang memegang peranan penting bagi kemajuan daerah dan bangsa, ungkap JWS.
Diakui Bupati bahwa memang disadari pada Triwulan pertama tahun 2015 ini belum adanya gerakan perubahan di Kota Tondan, karena masih dalam proses pelelangan untuk paket-paket kegiatan yang akan dilaksanakan di Kota Tondano dan wilayah lainnya di Kabupaten Minahasa ini Namun 2015 ini akan dipacu perbaikan dan peningkatan jalan di seputaran kota Tondano dan akan di bangun pusat budaya dan sejarah sekaligus tempat wisata kuliner bagi masyarakat yaitu di Benteng Moraya, yang nantinya akan dilengkapi dengan panggung teater yang siap menampilkan atraksi Budaya Minahasa, dan akan dilengkapi pula dengan Kanal di seputaran Danau Tondano yang dapat menjadi wahana bagi masyarakat untuk menikmati keindahan Danau Tondano, urai Bupati.
Memang ini semua membutuhkan dana yang cukup besar, tetapi saya selaku Bupati dan Wakil Bupati sudah berkomitmen untuk merubah wajah Kabupaten Minahasa ini selama masa kepemimpinan kami. Disamping itu, dalam APBD Minahasa 2015 telah di alokasi anggaran untuk pembebasan lahan guna pembangunan Terminal Tipe A yang akan melayani jalur penumpang barang dan jasa antar Kabupaten bahkan antar Provinsi, kata JWS.
"Kami sangat sadar, bahwa usia 2 tahun masih terlalu singkat bagi kami untuk merubah daerah ini menjadi lebih baik. Tetapi kami sangat optimis bahwa dalam kurun waktu 2 tahun menahkodai Kabupaten Minahasa ini, merupakan tonggak sejarah dan Jembatan Emas untuk meletakkan dasar yang kokoh dalam perjuangan kami untuk merintis jalan bagi terbangunnya pelayanan publik serta tumbuhnya benih-benih demokrasi di tanah tercinta ini. Kita semua berupaya melakukan tugas, kerja dan pengabdian bagi tanah leluhur dan bersyukur di beri ketegaran dan kesabaran menghadapi berbagai tantangan dan ujian yang menghadang" kata Bupati terbaik pilihan rakyat Minahasa ini.
Dalam ibadah syukur yang ditandai dengan pemasangan Lilin HUT ke-2 ini, diisi pula dengan puji-pujian oleh jajaran Pemkab Minahasa, TP PKK dan DWP Minahasa, para hamba Tuhan serta Paduan Suara Minahasa Regency Choir, dan diakhiri dengan pemberian bantuan diakonia dan door prize kepada penerimanya. (Meyke)
     
     Sumber : http://www.radiotrendyfm.com/index.php/minahasa/989-bupati-jws-pimpin-apel-korpri-bulan-maret-di-minahasa

KORPRI KKP Rumuskan Ulang Program Kinerja

Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memutuskan untuk merumuskan kembali program dan anggaran KORPRI KKP tahun 2015-2019.

Keputusan tersebut dibuat melalui rapat terbatas yang dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2015 yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI KKP, Sjarief Widjaja yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP.


Menurutnya dengan perumusan ulang kinerja dan anggaran tersebut menjadi upaya strategis organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi di dalamnya.


"Selain itu kami juga akan melakukan audit internal atas permanfaatan iuran anggota pada tahun-tahun sebelumnya," ungkap Sjarief dalam siaran pers yang diterima HARIAN NASIONAL di Jakarta, Minggu (15/3).


Dengan dilakukannya audit tersebut, maka Surat Keputusan Nomor 01/KEP/DP-KORPRI-KKP/I/2015 tanggal 30 Januari 2015 tentang Iuran Anggota KORPRI atau PASN yang sebelumnya sudah diterbitkan untuk sementara waktu tidak berlaku lagi.


Audit internal dilakukan bukan karena kurangnya transparansi di setiap anggota KORPRI KKP, melainkan untuk melakukan evaluasi kinerja KORPRI KKP dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan Sjarief mengklaim selama ini semua pengelolaan dan pemanfaatan keuangan iuran anggota sudah dilakukan secara transparan dan akuntabel.


"Ke depan, program dan anggaran KORPRI akan dibuka melalui media on-line yang akan dapat diakses oleh seluruh pegawai KKP yang ada, sehingga akuntabilitas pemanfaatannya dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.


Sebagai informasi, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2010 tentang Anggaran Dasar KORPRI dan dalam Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa KORPRI adalah satu-satunya wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia, yang meliputi PNS, Pegawai BUMN dan BUMD, Pegawai BHMN dan BHPLPP Pusat dan Daerah, BLU Pusat dan Daerah, dan Badan Otorita atau Kawasan Ekonomi Khusus.


"Kemudian dalam Pasal 14 Ayat 1 F juga menjelaskan bahwa kewajiban setiap anggota KORPRI ialah membayar iuran anggotanya," papar Sjarief.


Penentuan besaran iuran telah diatur melalui Bench Marking di beberapa Kementerian atau Lembaga yang terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN dan RB, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).


Besaran iuran yang dikeluarkan setiap Kementerian atau Lembaga bervariasi, sesuai dengan keperluan masing-masing dari program KORPRI Kementerian atau Lembaga.


Untuk KORPRI KKP, Sjarief mengungkapkan bahwa hingga bulan Maret 2015 ini belum dilakukan pemungutan iuran anggota. Menurutnya, pemungutan akan dilakukan setelah dilakukan sosialisasi terkait mekanisme baru yang ada di KORPRI KKP.


"Sosialisasi akan dilakukan kepada seluruh karyawan Eselon I lingkup KKP dan mekanisme pembayaran iuran dilakukan setelah ada surat kuasa dari pegawai," katanya lagi.


Nantinya, uang iuran anggota akan digunakan untuk melaksanakan Program Kerja KORPRI KKP yang akan diimplementasikan dalam kegiatan tahunan yang sudah ditetapkan pada tahun 2015 ini. Selain itu, iuran juga digunakan untuk memberikan bantuan kematian, musibah, kegiatan keagamaan, bantuan sosial dan pemberian tali kasih kepada anggota yang pensiun.

  
Reportase : Bonita Ningsih
Editor : Sandi Prastanto
Sumber : http://www.harnas.co/2015/03/15/korpri-kkp-rumuskan-ulang-program-kinerja