Senin, 27 Oktober 2014

Sedang nyabu



Sedang nyabu, sekretaris Korpri Tangsel diciduk polisi

Reporter : Mitra Ramadhan | Senin, 10 Maret 2014 23:07



Sedang nyabu, sekretaris Korpri Tangsel diciduk polisi
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com
Berita Terkait
  • BNN bekuk WN China pengedar 9 kg sabu di Jakarta 

Merdeka.com - MH seorang PNS di Pemkot Tangsel ditangkap petugas Polresta Tangerang karena diduga sedang menggunakan sabu di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (10/3).
Selain MH, tiga orang rekan lainnya juga diciduk petugas. MH diketahui PNS Tangsel yang juga menjabat Sekretaris Korpri Tangsel.

Informasi yang dihimpun, pelaku diciduk di salah satu kontrakan di wilayah Balaraja saat keempat pelaku sedang asyik mengonsumsi sabu.

"Keempat pemakai narkoba jenis sabu itu JN (50), SR (34), OT (34), dan MH (54)," ungkap Kasat Narkoba Polresta Tangerang, Kompol I Gede Gotia.

Gotia mengatakan, salah satu yang ditangkap berinisial MH mengaku salah satu PNS di Kota Tangsel. "Mereka masih diperiksa untuk pengembangan lebih lanjut," katanya.

Dari tangan pelaku disita barang bukti sabu. "Barang bukti sabu seberat 0,40 gram berhasil kami sita," ungkapnya.

Kabid Pembinaan pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel Erwin Gemala Putra mengaku, pihaknya belum mendengar informasi penangkapan MH. "Belum, kami belum mendapat informasi," ucapnya.

Menurut dia, pihaknya masih menunggu laporan dan hasil penyelidikan dari Polresta Tangerang. Kalau memang nantinya terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika. Maka langkah selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Tangsel.

"Nanti, Inspektorat akan memberikan rekomendasi hasil pemeriksaan," ujarnya.

Ke depan akan ditentukan sesuai dengan tingkat kesalahannya dan dilihat juga sejauh mana jasa dia di Pemkot Tangsel. Adapun pemberian sanksi mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No .53 / 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kita mengacu PP 53. Ada poin-poin di PP itu yang mengatur soal sanksi PNS yang menyalahgunakan narkotika," terangnya.
     Merdeka.com 28-10-2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar